MOSQUE-BASED FAMILY TRAINING IN STRENGTHENING THE VALUES OF RELIGIOUS MODERATION IN WEST SULAWESI

Muhammad Nur Murdan, Syarifuddin Amir, Rahmat Nurdin

Abstract


Dalam konsep bermasyarakat dan bernegara, keluarga yang merupakan bagian terkecil darinya, memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, perhatian akan pembinaan keluarga tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih dalam menghadapi tantangan era disturpsi seperti saat ini, dimana arus informasi, perubahan pola komunikasi dan perkembangan teknologi semakin tak terbendung yang memunculkan berbagai macam permasalahan baru di masyarakat. Diantara permasalahan tersebut adalah perkembangan pemahaman dua kubu ekstremis di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural, baik ekstrem kanan yang mewakili pemahaman tekstualis atau kiri yang liberal. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan, bagaimana masjid memainkan perannya sebagai spirit dan sentra kegiatan ummat Islam, dengan sikap wasath, tawazun dan moderat yang menjadi nilai dalam ajaran dan tuntunan Islam, untuk membina keluarga sebagai bagian dari masyarakat, meneguhkan sikap moderat dalam beragama, serta menjaga keutuhan bernegara dari berbagai ideologi yang mengancam disintegrasi bangsa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi partisipatif dari peneliti dan pencatatan dokumen pada dua masjid yang menjadi objek penelitian. Selanjutnya data tersebut dianalisa dengan pendekatan fenomenologi dan kajian keislaman yang relevan.


Full Text:

PDF

References


Aceng Abdul Aziz, dkk. (2019). Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam. In Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Bekerjasama dengan Lembaga Daulat Bangsa.

Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.

F.X Rahyono. (2009). Kearifan Lokal dalam Kata (XII). Wedatama Widya Sastra.

Idham Hamid. (2021). Tradisi Barzanji, Antara Sakral dan Profan di Masjid Raya Campalagian. Pappasang, 3(1), 51–65. https://doi.org/10.46870/jiat.v3i1.74

Kementrian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama (Pertama). Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kosim, M. dan M. (2019). Moderasi Islam di Indonesia (F. Haris (ed.); Pertama). LKiS.

Mawardi, D. (2017). Laporan Hasil Penelitian Pengelolaan Masjid Terhadap Pemberdayaan Umat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Semarang.

Moh. E. Ayub. (2005). Manajemen Masjid; Petunjuk Praktis bagi Para Pengurus (Dody Mardanus. (ed.)). Gema Insani.

Moh Quraish Shihab. (1995). “Membumikan al-Quran” : fungsi dan peranan wahyu dalam kehidupan masyarakat. Penerbit Mizan.

Muhammad Hasbi. (2015). Ilmu Kalam; Memotret Berbagai Aliran Teologi dalam Islam (Haddise (ed.)). Trustmedia Publishing.

Muhammad, Q. (2020). Membangun Moderasi Beragama Umat Melalui Integrasi Keilmuan. In Alauddin University Press (Vol. 53, Issue 9).

Muhammad Syaukat Ulyan. (2012). Al-Wasaṭiyah fi al-Islam Ṭarīq li Amni al-Mujtama’āt. Markaz ad-Dirāsāt wa al-Buhūṡ Nayef University.

Mukhtarom, A. (2020). Moderasi Beragama Konsep, Nilai dan Strategi Pengembangannya di Pesantren.

Musyafaah, N. L. (2018). Pemberdayaan Keluarga Berbasis Masjid Pada Masyarakat Samin Di Jepang Margomulyo Bojonegoro. Al-Qalam, 24(1), 164. https://doi.org/10.31969/alq.v24i1.435

Suharsimi Arikunto. (1992). Prosedur Penelitin Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Suretno, S., Zakaria, A., Pardian, A., & Ginawan, I. (2020). Implementasi Pendidikan Masyarakat Berbasis Masjid di Islamic Center Palm Raya Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(01), 66–83.

Tamrin, M. I. (2018). Pendidikan Non Formal Berbasis Masjid Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Umat Dalam Perspektif Pendidikan Seumur Hidup. MENARA Ilmu, 12(79), 70–79.

Ulinnuha, M., & Nafisah, M. (2020). Moderasi Beragama Perspektif Hasbi Ash-Shiddieqy, Hamka, Dan Quraish Shihab. Suhuf, 13(1), 55–76. https://doi.org/10.22548/shf.v13i1.519

Wajidi Sayadi. (2019). Masjid Raya Campalagian, Berunur Lebih 200 Tahun. Wajidi Sayadi Official Website. https://wajidisayadi.com/2019/08/13/masjid-raya-campalagian-berunur-lebih-200-tahin/

Worrall, J., & Currie, G. (1978). Imre Lakatos: The methodology of scientific research programmes. Philosophical Papers, 1(January 1995). https://doi.org/10.13140/RG.2.2.31605.01767

Yusuf Al-Qardhawi. (2000). Tuntunan Membangun Masjid ( ed. D. , ter. Abdul Hayyie al-Kattani (ed.); Cetakan Pe). Gema Insani.

Zubaedi. (2005). Pendidikan Berbasis Masyarakat, Problem Sosial.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v28i1.1078

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats