Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
ARTIKULASI RELIGI SAJAK-SAJAK BASUDARA DI MALUKU
Corresponding Author(s) : Abu Muslim
Al-Qalam,
Vol. 19 No. 2 (2013)
Abstract
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mengidentifikasi petuah bijak dalam
masyarakat. Fokus penelitian berorientasi pada penelusuran nilai-nilai keagamaan dalam artikulasinya,
dengan persaudaraan (kerukunan) sebagai tema besarnya. Analisis isi digunakan untuk mengkaji
muatan kandungan etik riligiusnya. Pengejewantahannya diperoleh dari masukan para informan yang
kompeten dielaborasi dengan teori-teori etika keagamaan yang berkaitan. Di Maluku, perwujudannya
dapat dilihat pada kapata, pantong, jugulu-jugulu serta kearifan lokal dalam ikatan pela dan gandong
yang memuat nilai-nilai budaya dalam wujud sastra. Pengaplikasiannya sangat mendukung aktualisasi
nilai kerukunan. Kesemuanya menunjukkan relasi sosial yang tidak hanya sekadar menggambarkan
prinsip hidup dan penghormatan antara satu dengan yang lainnya, tetapi pengamalannya dapat
menumbuhkembangkan kerangka kasih sayang dan kerukunan hidup antar warga Maluku yang sangat
heterogen, baik dari kesukuan maupun keagamaan. Secara teknis, hal ini melahirkan sebuah falsafah
keberagamaan Salam-Sarane sebagai pola hidup beragama yang khas sebagai agama orang-orang
bersaudara di bumi Maluku yang satu. Penguatan pemahaman petuah bijak berbasis keagamaan dapat
mewujudkan sosok manusia Maluku yang utuh dan integral sekaligus menjadi harmoni religi untuk
meningkatkan diri dalam kesadaran kolektivitas sebagai hamba yang bersaudara.