Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
SISTEM KEKERABATAN ORANG BUGIS DI SULAWESI SELATAN (SUATU ANALISIS ANTROPOLOGI - SOSIAL)
Corresponding Author(s) : Eliza Meiyani
Al-Qalam,
Vol. 16 No. 2 (2010)
Abstract
Sistem kekerabatan masyarakat Bugis Bone memiliki struktur bati na wija sebagai pranata sosial yang
menjadi wadah pembentukan knalitas masyarakat untuk mendukung sistem sosial dan sistem budaya
masyarakat yang harmonis. Masyarakat Bugis Bone sejak dahulu telah menjadikan bati na wija sebagai
sarana yang membentuk sistem pemerintahan efektif dan efisien. Membantu pemimpin dan pemuka
masyarakat yang berkualitas dan mampu menjadi pioner dalam membangun sistem kerajaan yang besar
yaitu kerajaan Bone, Kerajaan Gowa dan Kerajaan Luwu. Namun, saat ini peran wija na bati mulai
tergeser berangsur-angsur ke pembentukan kualitas individual, masyarakat dan pemimpin pada
pendidikan dan harta benda menjadi tolak ukur. Bergesernya peran wija na bati tersebut sebagai akibat
lemahnya ketahanan budaya orang Bugis-Bone untuk menjadikannya sebagai sarana pembentukan
kualitas individual, kemimpinan dan kualitas masyarakat. Peranan sistem kekerabatan yang menyimpan
nilai-nilai kekerabatan yang dianut pada masa lalu tidak lagi menjadi sarana yang efektif membentuk
struktur sosial masyarakat Bugis- Bone yang harmonis. Meskipun demikian, mash ada sebagian kecil
kelompok masyarakat Bugis-Bone yang masih konsisten menggunakan nilai-nilai kekerabatan sebagai
sarana pembentukan kualitas individual, pemimpin dan masyarakat, teruma pada daerah-daerah yang
masih terdapat orang-orang yang menjunjung tinggi tradisi budaya masyarakat Bugis-Bone yang diyakini
sebagai tradisi yang sudah dianut oleh para pendahulunya.